Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INSPIRASI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Juni 2013

5 KUALITAS PENSIL


Suatu hari adi bertanya kepada neneknya yang sedang menulis. Mendengar pertanyaan cucunya, sang Nenek berhenti menulis lalu berkata, "Adi cucuku, sebenarnya nenek sedang menulis tentang Adi. Namun ada yang lebih penting dari isi tulisan Nenek ini, yaitu pensil yang sedang Nenek pakai. Nenek berharap Adi dapat menjadi seperti pensil ini ketika besar nanti."

"Apa maksud Nenek bahwa Adi harus dapat menjadi seperti sebuah pensil? Lagipula sepertinya pensil itu biasa saja, sama seperti pensil lainnya," jawab Adi dengan bingung.

Nenek tersenyum bijak dan menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana Adi melihat pensil ini. Tahukah kau, Adi, bahwa sebenarnya pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup."

"Apakah Nenek bisa menjelaskan lebih detil lagi padaku?" pinta Adi

"Tentu saja Adi," jawab Nenek dengan penuh kasih

"Kualitas pertama, pensil dapat mengingatkanmu bahwa kau bisa melakukan hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kau jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkahmu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya".

"Kualitas kedua, dalam proses menulis, kita kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil yang kita pakai. Rautan itu pasti akan membuat pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, pensil itu akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga denganmu, dalam hidup ini kau harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik".

"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".

"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu".

"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga Adi, kau harus sadar kalau apapun yang kau perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".

"Nah, bagaimana Adi? Apakah kau mengerti apa yang Nenek sampaikan?"

"Mengerti Nek, Adi bangga punya Nenek hebat dan bijak sepertimu."

Begitu banyak hal dalam kehidupan kita yang ternyata mengandung filosofi kehidupan dan menyimpan nilai-nilai yang berguna bagi kita. Semoga memberikan manfaat.

==LC==

Kamis, 22 Desember 2011

Terima Kasihq untukmu..Ibu




Ini adalah sepenggal rekaman memori masa kecil yang membekas tentang arti ketulusan kasih sayang dari seorang ibu..
Memang hal ini berlaku sama bagi kita yang masih berstatus anak dari ibu kita masing2..
Tapi setiap anak punya cerita yang berbeda dalam merekam pengalamannya terutama tentang ibunya…
Karenanya sekarang ku bisa melihat dunia..
Selagi masih ada waktu akan ku ungkapkan rasa terima kasihku kepadanya..

Ibu…
Seorang yang berjasa telah mengandung dan melahirkanku ke dunia.
Seorang yang mengajariku pertama kali belajar berbicara, makan, berjalan, yang menghiburku saat ku jatuh.
Seorang yang rela bangun pagi-pagi buta menyiapkan bekal, takut anaknya berangkat sekolah dengan perut kosong.
Seorang yang saat anaknya menderita rela berkata ”biarlah ibu yang merasakan sakit daripada kamu nak,,’
Seorang yang meskipun selalu mengomentari ini_itu tapi, aq tahu sebenarnya ini_itu semua demi kebaikanku.
Seorang yang meskipun tak terlalu mengerti tentang duniaku tapi, selalu berharap yang terbaik untukku.
Seorang yang kasihnya sepanjang masa..bagai sang surya menyinari dunia…


Berikut ini ada sebuah video yang dapat menggambarkan betapa seorang Ibu adalah malaikat penjaga kita selama ini. Terimakasih saya ucapkan juga atas copyan video ini dari seorang teman yang cukup menginspirasi saya, semoga memberikan inspirasi juga bagi kita semua yang menyaksikannya....

Jumat, 16 Desember 2011

Yang Terbaik.


Seseorang menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari
lubang kecil muncul. Dia duduk mengamati dalam beberapa jam
calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa
dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu
berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha
semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya
orang tersebut memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil
sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong
itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia
mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.
Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa,
pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar
sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan
berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Semuanya tak
pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya
merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap
mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang. Yang tidak
dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut
adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang
dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah
jalan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu itu ke dalam
sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang
begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan
dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa
hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan
kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang
dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita
mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat "Terbang"

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
Kita memohon kekuatan, dan Tuhan memberi kita kesulitan-
kesulitan untuk membuat kita tegar.
Kita memohon kebijakan, dan Tuhan memberi kita berbagai
persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah
bijaksana.
Kita memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi kita otak dan
tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai
kemakmuran.
Kita memohon keteguhan hati, dan Tuhan memberi bencana
dan bahaya untuk diatasi.
Kita memohon cinta, dan Tuhan memberi kita orang-orang
bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Kita memohon kemurahan dan kebaikan hati, dan Tuhan memberi
kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing kita. Kadang Ia tidak
memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti memberikan
yang terbaik untuk kita. Kebanyakan kita tidak mengerti
atau mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana-Nya,
padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

Tetaplah berjuang, berusaha, dan tawakal. Jika itu yang
terbaik maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.
(submitted by M.Aswan Ramadhoni @link.net.id)

Sabtu, 05 November 2011

Makna Pengorbanan


Hanya mereka yang kuat yang bisa berkorban, karena pengorbanan adalah cermin kekuatan. Semoga Idul Adha kali ini datang, dan pesannya dapat kita pahami dengan baik.



Sesungguhnya pengabdian yang kita lakukan setiap hari, pada hakikatnya adalah proses memupuk rasa rela berkorban.

Hayatilah, betapa waktu yang kita sisihkan untuk mempelajari islam, memahami maknanya, meresapi pesannya, dan berjuang untuk mengamalkannya penuh keteguhan, adalah bentuk pengorbanan yang membawa kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.

Kita sempatkan bangun lewat tengah malam untuk bermunajat kepada-Nya, berarti mengorbankan perasaan mengantuk, dan kemalasan. Untuk lebih menghayati kuasa-Nya. Maupun untuk belajar,memperdalam pengetahuan untuk memperoleh keahlian dalam karir ke depan dalam pembangunan masyarakat.

Resapi pula saat kita yang masih berpenghasilan pas-pasan, tetapi tetap menyisihkan sepersekian persen untuk disedekahkan kepada fakir miskin, berinfaq untuk pembangunan masyarakat. Berarti kita mengorbankan beberapa keinginan yang telah menggoda isi kepala, demi mendepositokannya di sisi Allah yang Maha Kaya. Kita mengorbankan rasa pelit, rasa sayang kepada harta, dan kebergantungan kepada materi.

Kita pun menyadari, bagaimana menahan marah pada saat dizhalimi, menyambung silaturrahim pada mereka yang memutuskannya,mulai mengucapkan salam pada orang yang mendiamkan kita, menegur mereka yang salah ,dan seterusnya, yang bermakna mengorbankan rasa takut,kecemasan, dan kekerdilan jiwa.

Demi Allah, inilah makna kekuatan itu. Inilah pengorbanan sejati yang terbit dari jiwa-jiwa yang taat, bersih, dan rela mengorbankan apa saja.

Inilah kekuatan yang melingkupi Nabi Ibrahim as saat patuh menyembelih Ismail as, satu-satunya anak yang telah ditunggu-tunggu lama kelahirannya.

Inilah kekuatan Nabi Ismail as yang bersedia disembelih oleh ayahnya, Nabi Ibrahim as. Semata-mata karena ketaatan pada perintah Allah SWT yang Maha Bijaksana.

Inilah kekuatan Nabi Musa as dan Harun as saat menghadapi pemimpin yang zalim, Firaun, sang penguasa Mesir yang tak bernurani.

Inilah kekuatan Nabi Muhammad saw saat berdiri di bukit Safa untuk dakwah pertamanya, saat pergi mendaki ke dataran tinggi Thaif untuk menyampaikan keagungan tauhid, yang disambut dengan lemparan batu yang melukainya. Inilah keberanian Nabi Muhammad dan para sahabat yang berjuang menegakkan Islam. Sikap Nabi dan para sahabat itu ternyata harus dibayar dengan pengorbanan yang teramat berat yang diderita oleh Umat Islam di Mekkah ketika itu


Inilah kekuatan sebuah pengorbanan.

Dengan demikian pengertian korban bukan hanya menyembelih binatang korban dan dagingnya kemudian disedekahkan kepada fakir miskin. Akan tetapi, pengorbanan bisa berdimensi luas.
Pengorbanan adalah sebagai sebuah konsekuensi logis dari keyakinan yang diperjuangan demi sebuah kebenaran. 

Sekedar merenungi kembali momentum Idul Qurban, Kesanggupan Nabi Ibrahim menyembelih anak kandungnya sendiri Nabi Ismail, bukan semata-mata didorong oleh perasaan taat setia yang membabi buta (taqlid), tetapi meyakini bahwa perintah Allah s.w.t. itu harus dipatuhi. Bahkan, Allah Taala memberi perintah seperti itu sebagai peringatan kepada umat yang akan datang bahwa adakah mereka sanggup mengorbankan diri, keluarga dan harta benda yang disayangi demi menegakkan perintah Allah. Dan adakah mereka juga sanggup memikul amanah sebagai khalifah Allah di muka bumi?

Hidup adalah satu perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan pengorbanan. Tidak akan ada pengorbanan tanpa kesusahan. Justru kesediaan seseorang untuk melakukan pengorbanan termasuk uang satu rupiah, tenaga dan waktu, akan benar benar menguji keimanan seseorang.

Peristiwa berkorban Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail merupakan satu noktah kejadian yang dapat direnungi oleh semua manusia dari semua level usia dan latar belakang tingkat pendidikan. Dengan kata lain, semangat berkorban adalah tuntutan paling besar yang ada dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun, agama bangsa dan negara..

Selamat berhari raya :)

Allahu Akbar, Allahu Akbar Walilaahilhamd




sumber: rujukan dari berbagai referensi
lihat lengkap: http://www.facebook.com/note.php?note_id=459813637413 

Senin, 10 Oktober 2011

POHON APEL


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu.
Demikian pula, pohon apel sangat mencintai anak kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." Jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan,tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf akupun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu. "Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada dipohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun,setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
 Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah . Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel .Kemudian, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih. Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku."Kata pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang.
Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah." Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu. Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf, anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu."jawab anak lelaki itu "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." kata pohon apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu."jawab anak lelaki itu."Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata."Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu."Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Ini adalah cerita tentang kita semua. Pohon apel itu adalah orang tua kita.Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita.

Note: Sebarkan cerita ini untuk mencerahkan lebih banyak rekan. Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan berterima kasih atas seluruh  hidup yang telah dan akan diberikannya pada kita.

Sabtu, 08 Oktober 2011

Seseorang Bagi “Dunia” dan Dunia Bagi “Seseorang”


Seperti biasa Adi, Pimpinan sebuah perusahaan di Jkt, tiba di rumahnya jam 9 malam.

Tdk seperti biasanya, Ana, umur 9 th, membukakan pintu untuknya.



Nampaknya ia sdh menunggu cukup lama.

“Kok, blm tidur?” sapa Adi sambil menciumnya.

Biasanya Ana sdh lelap saat ia pulang & baru bangun ketika ia akan berangkat ke kantor

“Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”

“Ok. Kamu hitung sendiri yah. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam & dibayar Rp.400rb, tiap bln rata2, 22 hari kerja, kadang Sabtu masih lembur. Berapa gaji Papa hayo?”

“Kalo 1 hari Papa dibayar Rp.400rb u/ 10 jam, berarti 1 jam Papa digaji Rp.40rb dong” katanya



“Wah, pinter kamu. Sekarang cuci kaki, tidur” perintah Adi.

Ana kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam Rp.5rb gak?”

“Sdh, gak usah macem2. Buat apa minta uang malem2 gini? Tidurlah.”



“Tapi Papa…” Kesabaran Adi pun habis

“Papa bilang tidur!” hardiknya.



Ana pun lari menuju kamarnya sedih.Usai mandi, Adi menyesali hardiknya, menengok Ana di kamar tidurnya sedang terisak sambil memegang Rp.15rb.

Sambil mengelus kepala Ana, Adi berkata,

“Maafin Papa yah, Papa sayang sama Ana. Tapi buat apa sih minta uang malem2 gini?”

“Papa, aku gak minta uang. Aku hanya pinjam. Nanti aku kembalikan kalo sdh menabung lagi dari uang jajan seminggu ini”

“lya, iya, tapi buat apa?” tanya Adi lembut

“Aku nunggu Papa dari jam 8 mau ajak Papa main ular tangga. 30 menit aja, Mama sering bilang waktu Papa itu amat berharga, Jadi, aku mau ganti waktu Papa, Aku buka tabunganku, hanya ada Rp.15rb krn Papa 1 jam dibayar Rp.40rb maka 1/2 jam aku harus ganti Rp.20rb. Duit tabunganku kurang Rp.5rb, makanya aku mau pinjam dari Papa” kata Ana polos.

Adi pun terdiam. ia kehilangan kata2. Dipeluknya bocah kecil itu erat2 dng haru. Dia baru menyadari, ternyata limpahan harta yg dia berikan selama ini, tdk cukup utk “membeli” kebahagiaan anaknya.

“Bagi dunia kau hanya seseorang, tapi bagi seseorang kau adalah DUNIA-nya”


Seseorang Bagi “Dunia” dan Dunia Bagi “Seseorang”

oleh Setiawan Dekik pada 28 Mei 2011 jam 12:00

Delapan Kado Indah.


Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak
ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak
ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya
lewat surat, telepon, foto atau faks. Namun dengan berada
di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan,
perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif.
Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab,
kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang
mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala
ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan
kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan
baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan
bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya.
Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan
ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan
yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau
penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar
manis baginya.

DIAM
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam
bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan
orang. Tapi lebih dari segalanya, Diam juga bisa menunjukkan
kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang".
Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar
menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomel.

KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh
untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan.
Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu
mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan
cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu".
Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya
kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal
yang ia putuskan atau lakukan.

KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba
tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan
juga merupakan sebuah kado yang indah. Selain keindahan
penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan
suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang
keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

TANGGAPAN POSITIF
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif
terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita
sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan
kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan
tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah
ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan
terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu,
ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf)
adalah kado indah yang sering terlupakan.

KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran.
Apalagi sampai menjadi pertengkaran yang hebat. Bila Anda
memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado
"kesediaan mengalah". Kesediaan untuk mengalah juga dapat
melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa
tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa.
Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa
menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam
keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang
jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk
membuka diri dengan dunia sekeliiling kita. Kapan terakhir
kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang
dikasihi?
(submitted by Shanty Pramita @bdg.centrin.net.id)

Kata-kata kehidupan

   
Sekelompok kodok sedang berjalan-jalan melintasi hutan.
Malangnya, dua di antara kodok tersebut jatuh kedalam sebuah lubang.
Kodok-kodok yang lain mengelilingi lubang tersebut. Ketika melihat betapa
dalamnya lubang tersebut, mereka berkata pada kedua kodok tersebut bahwa mereka
lebih baik mati.

Kedua kodok tersebut mengacuhkan komentar-komentar itu dan mencoba melompat
keluar dari lubang itu dengan segala kemampuan yang ada. Kodok yang lainnya
tetap mengatakan agar mereka berhenti melompat dan lebih baik mati.

Akhirnya, salah satu dari kodok yang ada di lubang itu mendengarkan kata-kata
kodok yang lain dan menyerah. Dia terjatuh dan mati.

Sedang kodok yang satunya tetap melanjutkan untuk melompat sedapat mungkin.
Sekali lagi kerumunan kodok tersebut berteriak padanya agar berhenti berusaha
dan mati saja.

Dia bahkan berusaha lebih kencang dan akhirnya berhasil. Akhirnya, dengan sebuah
lompatan yang kencang, dia berhasil sampai di atas.

Kodok lainnya takjub dengan semangat kodok yang satu ini, dan bertanya "Apa
kau tidak mendengar teriakan kami?" Lalu kodok itu (dengan membaca gerakan
bibir kodok yang lain) menjelaskan bahwa ia tuli.

Akhirnya mereka sadar bahwa saat di bawah tadi mereka dianggap telah memberikan
semangat kepada kodok tersebut.

Apa yang dapat kita pelajari dari ilustrasi di atas?

Kata-kata positif yang diberikan pada seseorang yang sedang "jatuh"
justru dapat membuat orang tersebut bangkit dan membantu mereka dalam menjalani
hari-hari. Sebaliknya, kata-kata buruk yang diberikan pada seseorang yang sedang
"jatuh" dapat membunuh mereka. Hati hatilah dengan apa yang akan
diucapkan.

Suarakan 'kata-kata kehidupan' kepada mereka yang sedang menjauh dari jalur
hidupnya. Kadang-kadang memang sulit dimengerti bahwa 'kata-kata kehidupan' itu
dapat membuat kita berpikir dan melangkah jauh dari yang kita perkirakan.

Semua orang dapat mengeluarkan 'kata-kata kehidupan' untuk membuat rekan dan
teman atau bahkan kepada yang tidak kenal sekalipun untuk membuatnya
bangkit dari keputus-asaanya, kejatuhannya, kemalangannya.

Sungguh indah apabila kita dapat meluangkan waktu kita untuk memberikan spirit
bagi mereka yang sedang putus asa dan jatuh.
So................ Please don't give up !!! If you try to do the best thing,
must be some day...... you can get all your dreaming of.

from: Heri Gomanti (kmk_ui)

FRIENDSHIP


If you live to be a hundred, I want to live to be a hundred minus one day, so I never have to live without you."
--- Winnie the Pooh

"True friendship is like sound health; the value of it is seldom known until it be lost."
---Charles Caleb Colton

"A real friend is one who walks in when the rest of the world walks out."

"Friendship is one mind in two bodies."
---Mencius

"Friends are God's way of taking care of us."

"If you should die before me, ask if you could bring a friend."
---Stone Temple Pilots

"I'll lean on you and you lean on me and we'll be okay."
---dave Matthew's band

"If all my friends were to jump off a bridge, I wouldn't jump with them, I'd be at the bottom to catch them."

"Everyone hears what you say. Darling listen to what you say. Friends listen to what you don't say."

"We all take different paths in life, but no matter where we go, we take a little of each other everywhere."
--- Tim McGraw

"My father always used to say that when you die, if you've got five real friends, then you've had a great life."
---Lee Iacocca

"Hold a true friend with both your hands."
---Nigerian Proverb

"A friend is someone who knows the song in your heart and can sing it back to you when you have forgotten the words."
---unknown

PASS THIS ON TO ALL OF YOUR FRIENDS, even if
it means sending it to the person that sent it to you. And if you
receive this email many times from many different people, it only means that you have many FRIENDS. And if you get it but once, do not be discouraged for you will know that you have at LEAST ONE GOOD FRIEND.

Hidup Adalah Pilihan


Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang
yang subur. Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh
besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah
ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah
ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk
menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan
kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-
pucuk daunku."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan
akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan
kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan
jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan
tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.
Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput
mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan
merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku
dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai
semuanya aman."

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu,
menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Renungan :

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja
ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali
kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan
kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita
kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah,
tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka,
hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan,
maka, pilihlah dengan bijak.

Kesabaran Untuk Belajar.


Seorang anak muda mengunjungi seorang ahli permata dan
menyatakan maksudnya untuk berguru. Ahli permata itu
menolak pada mulanya, karena dia kuatir anak muda itu
tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk belajar. Anak
muda itu memohon dan memohon sehingga akhirnya ahli
permata itu menyetujui permintaannya. "Datanglah ke sini
besok pagi." katanya.

Keesokan harinya, ahli permata itu meletakkan sebuah batu
berlian di atas tangan si anak muda dan memerintahkan
untuk menggenggamnya. Ahli permata itu meneruskan
pekerjaannya dan meninggalkan anak muda itu sendirian
sampai sore.

Hari berikutnya, ahli permata itu kembali menyuruh anak
muda itu menggenggam batu yang sama dan tidak mengatakan
apa pun yang lain sampai sore harinya. Demikian juga pada
hari ketiga, keempat, dan kelima.

Pada hari keenam, anak muda itu tidak tahan lagi dan
bertanya, "Guru, kapan saya akan diajarkan sesuatu?"

Gurunya berhenti sejenak dan menjawab, "Akan tiba saatnya
nanti," dan kembali meneruskan pekerjaannya.

Beberapa hari kemudian, anak muda itu mulai merasa
frustrasi. Ahli permata itu memanggilnya dan meletakkan
sebuah batu ke tangan pemuda itu. Anak muda frustrasi itu
sebenarnya sudah hendak menumpahkan semua kekesalannya,
tetapi ketika batu itu diletakkan di atas tangannya, anak
muda itu langsung berkata, "Ini bukan batu yang sama!"

"Lihatlah, kamu sudah belajar," kata gurunya.

Renungan :

Hidup mengajari kita secara diam-diam. Semakin kesal kita
pada hidup ini semakin jauh kita darinya. Tiada yang lebih
baik kita lakukan pada hidup ini selain kita belajar dengan
sabar. karena kesabaran, ketekunan belajar mengantarkan kita
pada kesuksesan.

Pelajaran Sang Keledai.


Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.
Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang
harus dilakukannya.

Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur
juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-
nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam
sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia
meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah
beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani
melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah
dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.
Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa
punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu

Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan
kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat
dari sumur dan kemudian melarikan diri.

Renungan :

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita,
segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur"
(kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala
tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan
melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut
sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk
melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan
terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal
negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.

Kita Semua Adalah Tempayan Retak


Seorang tukang air di India memiliki dua tempayan besar; masing-masing
bergantung pada kedua ujung sebuah pikulan, yang dibawanya menyilang
pada bahunya. Satu dari tempayan itu retak, sedangkan tempayan yang
satunya lagi tidak. Jika tempayan yang tidak retak itu selalu dapat membawa
air penuh setelah perjalanan panjang dari mata air ke rumah majikannya,
tempayan retak itu hanya dapat membawa air setengah penuh.

Selama dua tahun, hal ini terjadi setiap hari. Si tukang air hanya
dapat membawa satu setengah tempayan air ke rumah majikannya. Tentu saja si
tempayan yang tidak retak merasa bangga akan prestasinya, karena dapat
menunaikan tugasnya dengan sempurna. Namun si tempayan retak yang
malang itu merasa malu sekali akan ketidaksempurnaannya dan merasa sedih
sebab ia hanya dapat memberikan setengah dari porsi yang seharusnya dapat
diberikannya.

Setelah dua tahun tertekan oleh kegagalan pahit ini, tempayan retak itu
berkata kepada si tukang air, "Saya sungguh malu pada diri saya
sendiri, dan saya ingin mohon maaf kepadamu". "Kenapa?" tanya si tukang air.
"Kenapa kamu merasa malu?". "Saya hanya mampu, selama dua tahun ini,
membawa setengah porsi air dari yang seharusnya dapat saya bawa karena
adanya retakan pada sisi saya telah membuat air yang saya bawa bocor
sepanjang jalan menuju rumah majikan kita. Karena cacadku itu, saya telah
membuatmu rugi," kata tempayan itu.

Si tukang air merasa kasihan pada si tempayan retak, dan dalam belas
kasihannya, ia berkata, "Jika kita kembali ke rumah majikan besok, aku
ingin kamu memperhatikan bunga-bunga indah di sepanjang jalan."

Benar, ketika mereka naik ke bukit, si tempayan retak memperhatikan dan
baru menyadari bahwa ada bunga-bunga indah di sepanjang sisi jalan, dan
itu membuatnya sedikit terhibur. Namun pada akhir perjalanan, ia
kembali sedih karena separuh air yang dibawanya telah bocor, dan kembali
tempayan retak itu meminta maaf pada si tukang air atas kegagalannya.

Si tukang air berkata kepada tempayan itu, "Apakah kamu memperhatikan
adanya bunga-bunga di sepanjang jalan di sisimu tapi tidak ada bunga di
sepanjang jalan di sisi tempayan yang lain yang tidak retak itu? Itu
karena aku selalu menyadari akan cacadmu dan aku memanfaatkannya. Aku
telah menanam benih-benih bunga di sepanjang jalan di sisimu, dan setiap
hari jika kita berjalan pulang dari mata air, kamu mengairi benih-benih
itu. Selama dua tahun ini aku telah dapat memetik bunga-bunga indah itu
untuk menghias meja majikan kita. Tanpa kamu sebagaimana kamu ada,
majikan kita tak akan dapat menghias rumahnya seindah sekarang."

Setiap dari kita memiliki cacad dan kekurangan kita sendiri. Kita semua adalah
tempayan retak. Namun jika kita mau, kita tetap bisa bermanfaat.Jangan takut
 akan kekuranganmu. Kenalilah kelemahanmu dan kamu pun dapat bermanfaat
 bagi banyak orang. Ketahuilah, di dalam kelemahan kita, kita menemukan kekuatan kita.


"The Best of You is the Most Contributed for People"